Seperti member blogger gurem yang sering bersatu dalam segala hal. Karena mereka sadar bahwa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Bersatu padu dalam memecahkan masalah. Terutama masalah database yang sering overload karena di runtuh kan server yang dodol. Ada-ada saja.
Karena kita rakyat indonesia konon bersatu kita teguh bercerai kita runtuh merupakan semboyan banggsa kita, aku sendiri juga gak tahu persisnya waktu meresmikan semboyan itu. Yang jelas ketika saya belajar dibangku SD- MAN kok sepertinya kalimat itu sering diucapkan, diajarkan, dihimbaukan oleh sebagian guru disekolah saya, hingga akhirnya secara tidak sadar kalimat itu melekat dalam benak pikiran saya sampai sekarang.Bukan rahasia lagi kebanyakan dari kita sangat mudah dan fasih untuk menirukan kalimat tersebut.Bahkan dengan lantangnya mengucapkan kalimat tersebut dan sangat tenar ditelinga kalangan pelajar diberbagai instansi pendidikan dinegara kita.
Bahkan kalau kita kaitkan dengan pepatah ini: ” kita dengan yang lainnya ibarat satu bangunan yang saling melengkapi yang apabila runtuh satu bagian dalam bangunan tersebut runtuh maka bangunan tersebut bisa dikatakan sudah tidak kokoh lagi meskipun masih terlihat berdiri tegak”. Siapa yang tidak menginginkan bersatu maka perceraian, keonaran akan menghadangnya. Kembali ketemanya apakah bangsa indonesia saat iini sesuai dengan semboyan itu?….karena kalau kita lihat berita dunia setiap hari yang disampaikan oleh beberapa media masa saja tentang perselisihan, peertengkaran,percekcokan, pengadudombaan dan (pe-an)2 yang lain yamg aku tidak bisa menyebutkan semua karena banyaknya pe-an yang mempunyai arti runtuh.Terus kapan ya kita akan mendengarkan dan melihat bersatunya?
Kalau anak-anak TK-SLTA bahkan perguruan tinggi waktu ada jam pelajaran mereka bisa bersatu dalam kelas membahas 1 topik pelajaran yang sama dan dipimpin oleh seorang guru, tapi setelah jam sekolah mereka tidak bersatu lagi karena rumahnya beda daerah, terus hari berikutnya mereka akan bersatu lagi dalam tempat/kelas yang sama.
Bagaimana dengan bangsa kita apakah rakyat indonesia setiap hari dipimpin dan diberi contoh oleh pemimpinnya didalam satu rempat dan bisa continue setiap hari?……tidak usah berpikir lama pasti jawabnya “tidak” ya gak? Tapi ketika ada kabar pemilihan calon pemimpin maka masing-masing berkelompok membentuk pemimpin sendiri-sendiri dan bisa besaru waktu itu mengumpulkan suara dan mencari pendukung, yang penting bersatu waktu itu ya dan besuk sudah bercerai berai dan lupa akan apa yang diucapkan ketika mereka berkumpul bersatu.Immikah hakekat semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”??? Terus kapan dansiapa yang akan menegakkan semboyan itu? kalau setiap hari banyak percekcokan, pertikaian dikalangan rakyat indonesia raya ini. Bagaimana mungkin kita bisa Mengembalikan Jati Diri Bangsa kalau begini keadaanya?
Pantaskah semboyan itu diucapkan, diagungkan dan diabadikan dinegara kita ini kalau diantara yang satu dengan yang lainnya saja saling meruntuhkan. Bukankah yang pas digunakan saat ini bercerai kita teguh bersatu kita runtuh.
Bagaimana bersatu akan diteguhkan kalau setiap hari yang ada malah perceraian, pertikaian,budaya demo dengan menggunakan kekerasan,yang justru akan meruntuhkan persatuan.Apakah bangsa kita ini tidak malu dengan negara lain yang tidak mempunyai semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.Apakah bangsa indonesia inni tidak ingin hidup bersatu berdampingan dengan persatuan,perdamaian,ketentraman,dan kenyamanan kok yang diunggulkan perselisihan?
Saya teringat beberapa waktu yang lalu ajakan pemimpin negara kita menghimbau rakyatnya “ayo saudara-saudara kita bersama-sama bersatu mewujudkan perdamaian untuk bangsa ini!”………apakah rakyat indonesia tidak paham tentang damai dan bersatu ya kok banyak pertikaian,perselisihan dimana-mana kok mudah dibayar untuk bertindak dan berbicara,mudah terprofokasi,maka kalau hal itu dibesar-besarkan siapa yang akan memulai untuk berdamai,bersatu dinegara kita indonesia raya ini. Tidak malukah kita sebagai rakyat yang mempunya bangsa yang bersemboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,bukankah kita memang ingin mewujudkan negara demokrasi dengan bebas berbicara, berpendapat, bertindak tetapi tidak memjunjung tinggi nilai kebenaran dan kemanusiaan dan asal puas saja? Benar sekali. Kita semua tentu ingin Mengembalikan Jati Diri Bangsa untuk kemajuan bangsa ini.
disarikan dari blog : www.yakinku.wordpress.com