Home Pendidikan Universitas Padjadjaran Dukung Pendidikan Inklusif

Universitas Padjadjaran Dukung Pendidikan Inklusif

Komitmen Unpad dalam Mewujudkan Pendidikan untuk Semua

35
0
SHARE
Universitas Padjadjaran Dukung Pendidikan Inklusif

Keterangan Gambar : Wujudkan Pendidikan Inklusif, Unpad Buka Jalur Khusus Disabilitas di Seleksi Masuk 2025

Sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, Universitas Padjadjaran terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Dengan dibukanya jalur seleksi khusus bagi calon mahasiswa disabilitas, Unpad berupaya memastikan bahwa semua individu, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi.

Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas pada seleksi mandiri untuk program sarjana dan sarjana terapan tahun 2025.

Kuota yang disediakan untuk jalur khusus penyandang disabilitas tersebut sebanyak dua persen dari total daya tampung seleksi mandiri atau sekitar 100 orang.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan setiap orang memiliki hak yang sama untuk berkuliah di Unpad tanpa memandang kondisi fisik.

Dia menyebutkan orang dengan disabilitas memiliki potensi akademik yang sama dengan yang lainnya.

Persyaratan dan Mekanisme Seleksi

Jalur seleksi khusus bagi calon mahasiswa disabilitas ini memiliki persyaratan tertentu, antara lain:

  1. Memiliki bukti resmi dari lembaga medis atau pemerintah yang menyatakan kondisi disabilitas calon mahasiswa.

  2. Lulus seleksi administrasi yang mencakup dokumen akademik dan non-akademik.

  3. Mengikuti tes seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon mahasiswa.

  4. Menyertakan surat rekomendasi dari sekolah asal atau lembaga terkait.

Mekanisme seleksi mencakup ujian tertulis dan wawancara yang dirancang agar dapat diikuti oleh calon mahasiswa disabilitas dengan mudah.

Fasilitas Penunjang bagi Mahasiswa Disabilitas

Unpad telah menyiapkan berbagai fasilitas guna mendukung mahasiswa disabilitas selama menempuh pendidikan di kampus, antara lain:

  • Ruang kelas ramah disabilitas dengan aksesibilitas yang lebih baik.

  • Layanan pendampingan akademik untuk membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan.

  • Sistem digitalisasi materi ajar agar lebih mudah diakses oleh mahasiswa dengan keterbatasan tertentu.

  • Pelatihan keterampilan dan pengembangan diri guna meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam dunia kerja.

"Semua prodi, bahkan yang dulu tidak bisa dimasuki seperti kedokteran, tidak melakukan diskriminasi terhadap itu. Jadi, kalau yang bersangkutan mampu berkuliah, kami akan fasilitasi dan akan bantu siapkan fasilitasnya," kata Arief.

Meski ada jalur khusus, Arief menjelaskan hal tersebut bukan menjadi alasan calon mahasiswa dengan disabilitas masuk tanpa mempertimbangkan kemampuannya.

Unpad akan tetap menilai calon mahasiswa disabilitas tersebut secara objektif sesuai dengan hasil kemampuan akademiknya.

"Mereka harus pandai, harus masuk seleksi. Bukan berarti disabilitas menjadi semacam alasan. Kami akan mengukurnya secara berbeda, tentu saja, untuk bisa masuk," tuturnya.